Luka Toni : Sanchez Bisa Buat Inter Menjadi di Segani

Cwmbran.info – Legenda timnas Italia yang juga merupakan eks pemain Juventus, Luca Toni mengungkapkan jika transfer Alexis Sanchez akan menguntungkan Inter Milan. Ia menilai jika Sanchez akan menjadi pemain yang mampu memberikan jaminan gol untuk Sih Biru  Hitam.

Alexis Sanchez memang sedang terpuruk di Manchester United, ia menjadi pemain yang dibertakan akan segera dilepas oleh pihak klub. Sebab sejak kedatangannya pada 2018 lalu dari Arsenal. Pemain berusia 30 tahun itu belum mampu mengeluarkan permainan terbaiknya seperti ketika masih berada di London Utara.

Penampilan Sanchez pun menuai banyak kritikan, bagaimana tidak eks penyerang Barcelona itu sudah bermain sebanyak 35 penamilan untuk MU dalam satu setengah musim dirinya membela Panci Setan Merah, tetapi baru mencetak lima gol saja. Sebuah hal yang buruk dengan pemain pemain yang memiliki gaji tertinggi di Old Trafford.

Beberapa waktu yang lalu Ole Gunnar Solskjaer sempat membeirkan kans besar untuk Alexis Sanchez bertahan. Ia berharap sang striker bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan mencetak 20 gol musim ini. Namun tampaknya Sanchez tidak mau percaya dengan buyalan Solskjaer. Ia lebih memilih untuk bergabung dengan klub lain karena klub tidak memperlakukan adil untuk sang pemain karena ia menjadi sasaran kritikan dari fans ketika klub selalu bermain tidak maksimal.

Bahkan kabar teranyar menyebutkan jika Sanchez akan segera meninggalkan klub untuk bergabung dengan Inter Milan karena dirinya sudah muak untuk bermain untuk MU.Nah, Luca Toni yang mendengar rumour tesebut menilai jika kepindahan Sanchez akan sangat baik untuk lini depan Inter Milan.

”Alexis adalah pemain yang bagus, dia bisa memberikan ancaman kepada pertahanan lawan, dan beberapa golnya sangat krusial untuk tim yang ia bela.” terang Toni.

Inter Minta Icardi Segera Pergi

Cwmbran.info  –  Mauro Icardi tampaknya sudah harus segera mengebas perlengkapannya usai diberitakan petinggi Inter Milan sudah meminta sang penyerang untuk pergi meninggalkan klub. Icardi sendiri memang hampir sudah pasti tidak memiliki masa depan di Guiseppe Meazza.

Nama Mauro Icardi memang sudah memiliki hubungan yang buruk dengan management Inter. Dimana pada musim lalu ia melakukan mogok main demi menuntut kenaikan gaji kepada managemen Inter. Rupanya hal itu menjadi bummerang bagi sang penyerang.Ia langsung dibangku cadangkan dari skuat Inter bahkan namanya dibekukan sementara dari skuat Labbeneamatta.

Bahkan pada bulan kemarin Inter Milan sudah memutuskan untuk tidak memasukan sang penyerang dalam skuat utama manajer Antonio Conte. Apalagi Conte dinilai pelatih yang tidak segan-segan untuk menjual pemainnya yang tidak disiplin seperti kejadian Diego Costa beberapa tahun terakhir.

Bahkan menurut laporan dari Gazzetta Dello Sport jika petinggi Inter Milan telah meminta sang penyerang untuk segera mencari klub yang tertarik menampungnya dimanayang bersangkutan harus segera mengsongkan lokernya karena ia tidak dibutuhkan lagi.

Dia bahkan juga kabarnya tidak diikutkan dalam tur pramusim Inter Milan di Asia, namun ia masih mendapatkan jatah latihan sendiri sambil menunggu ia mendapatkan klub yang ingin menampungnya. Agen dari Icardi Wanda Nara juga dilaporkan sudah mencari klub yang tertarik dengan suaminya. Terkini kabarnya ia sedang bernegosiasi dengan Juventus dan juga Napoli yang juga membutuhkan seorang penyerang berkualitas.

Kemenangan Tipis Manchester United Atas Inter Milan Di Pertandingan Pramusim

Manchester United mengawali awal musim ini dengan pertandingan di laga Pramusim International Champions Cups 2019. Dalam pertandingan tersebut Manchester United bertanding melawan Inter Milan yang di adakan di National Stadium, Singapura pada hari Sabtu kemarin.

Di pertandingan tersebut Manchester United berhasil meraih kemenangan walaupun hanya unggul 1 gol saja lewat sundulan dari Nemanja Matic.

Babak Pertama

Mengawali awal pertandingan, seperti biasanya Manchester United langsung tampil dengan sangat ganas dan melakukan penekanan terhadap pertahanan dari Inter Milan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, di menit ke-4 Manchester United hampir bisa membobol gawang dari Inter Milan beruntung sang kiper dari Inter Milan, Samir Handonovic berhasil dengan sigap menahan tendangan keras dari Anthony Martial.

Memasuki menit ke-15, giliran Paul Pogba yang berhasil mendapatkan kesempatan emas lewat operan bola silang dari Daniel James, tetapi sayangnya tendangan keras dari Pogba melenceng kearah atas mistar gawang.

Pada menit ke-29 giliran Inter Milan yang berhasil melakukan counter dengan cepat, sayangnya kesigapan dari Bek kanan Luke Shaw berhasil menghentikan penyerangan dari S.Longo.

Inter Milan lebih memilih bermain bertahan kala babak pertama di karenakan mereka hampir tidak bisa melakukan penyerangan akibat serangan yang bertubi-tubi dari Manchester United tetapi Manchester United juga tidak dapat mencetak gol di babak pertama walaupun mereka memperoleh banyak kesempatan.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Manchester United tetap menguasai arah permainan dengan mendominasi penguasaan bola sebesar 61% atas Inter Milan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Manchester United berhasil menjebol gawang dari Inter Milan lewat konversi tendangan sudut dari Marcus yang berhasil di sundul oleh Nemanja Matic dan masuk ke gawang Inter Milan.

Unggul 1 gol membuat Manchester United semakin gencar melakukan penyerangan mereka sehingga membuat Inter Milan hanya dapat bertahan untuk menunggu kesempatan melakukan counter serta untuk mengurangi kebobolan untuk yang kedua kalinya.

Akhirnya sampai saat laga berakhir Pertandingan antara Manchester United melawan Inter Milan di menangkan oleh Manchester United walaupun hanya unggul 1 gol saja.

Sebagai seorang pelatih dari Manchester United, Ole Gunner Solskjaer mengatakan bahwa ia memiliki 2 rasa terhadap pertandingan tersebut, satu rasa adalah bangga tetapi di satu sisi lain ia juga kecewa.

Ole Gunner Solskjaer bangga atas perjuangan para anak asuhnya untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut. Tetapi ia juga kecewa di karenakan dalam pertandingan yang bisa di katakan sangat didominasi oleh Manchester United mereka hanya bisa menciptakan 1 buah gol saja.

Menurutnya sepertinya saat ini para anak asuhnya harus bisa belajar lebih banyak tentang cara melakukan penyelesaian yang lebih baik agar dapat menciptakan lebih banyak gol serta kemenangan untuk Manchester United

Pada pertandingan selanjutnya Manchester United akan berhadapan dengan juara kedua Liga Champions 2018-2019, Tottenham hotspur yang akan di Selenggarakan pada hari Kamis tanggal 25 Juli 2019 di Stadium Hongkou Football, Shanghai.