Chelsea Langsung Tancap Gas Pada Bursa Transfer Januari 2020

Cwmbran.info – Chelsea pada musim ini memang tidak bermain baik pada awal musim, sebab skuat asuhan Frank Lampard tidak mendapatkan pasokan pemain baru yang cukup. Mereka hanya berhasi mengamankan tanda tangan dari Christian Pulic. Itu pun Pulisic sebenarnya didatangkan pada musim lalu namun baru musim ini bisa bergabung. Namun pada msuim ini Chelsea harus terkena Embargo Transfer yang membuat mereka tidak bisa mendatangkan pemain baru. Padahal pada awal musim ini mereka sudah harus kehilangan sosok penting seperti Eden Hazard, David Luiz dan juga Alvaro Morata.

Posisi Lampard sendiri dikabarkan sedang terancam mengingat beberapa laga Chelsea awal musim ini tidak berjalan mulus. Mereka mendapatkan banyak kekalahan dan juga hasil imbang. Beberapa hasil buruk dari Chelsea tidak lantas harus menyalahkan sosok Lamoard mengingat ia tidak bisa mendatangkan pemain baru sementara para rivalnya di Premier League dengan mudah bisa mendatangkan pemain baru.

Nah, menurut kabar yang diungkapkan oleh London Evening News jika Roman Abrahmovic selaku pemilik Chelsea akan segera memberikan dana besar untuk Chelsea pada musim ini. Dana tak kurang dari 250 juta poundsterling akan diberikan kepada manajemen Chelsea untuk bisa mendatangkan pemain baru pada musim depan. Tidak hanya itu Cheslea sendiri sudah melakukan banding terhadap hukuman Embargo yang sudah diterima oleh FIFA. Kabarnya FIFA sudah meringangkan hukuman larangan transfer Chelsea dimana The Bluess sudah dapat melakukan pembelian pemain baru pada Januari 2020 mendatang.

Chelsea sendiri kabarnya tidak akan menghabiskan total dana mencapai 250 juta pounsterling. Lampard hanya akan diberikan dana mencapai 170 juta poundsterling pada bursa transfer Januari 2020 mendatang.

Eladio Parames : Real Madrid Akan Berpikir Tiga Kali Untuk Beli Paul Pogba

Cwmbran.info – Zinedine Zidane memang menjadi sosok yang menginginkan kehadiran Paul Pogba di Real Madrid. Namu Presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez berserta jajaran manajamen Madrid dilaporkan tidak pernah tertarik dengan Pogba, alasannya karena sang gelandang bukan pemain yang bisa memberikan kesan positive untuk Loss Blanccos. Apalagi dengan tingkah lakunya diluar lapangan yang terlalu banyak gaya seperti Neymar di PSG membuat para petinggi Madrid berpikir tiga kali untuk merekrut Pogba.

Sudah bukan rahasia lagi jika Paul Pogba menjadi pemberitaan media mengenai niatannya untuk meninggalkan MU. Tidak hanya itu klub yang hendak dituju Pogba juga terungkap yaitu Real Madrid. Nah Real Madrid beserta mantan klub Pogba yaitu Juventus kabarnya tertarik untuk mendatangkan sang bintang Piala Dunia itu.

Namun rupanya keinginan Real Madrid untuk mendatangkan Pogba ditertawakan oleh Eladio Parames yang merupakan orang terdekat Jose Mourinho. Dia merasa kabar tersebut hanyalah bualan media-media karena Pogba pernah menjadi pemain termahal dunia. Dan ia merupakan ikon Manchester United saat ini, dan jelas media-media dieropa mencoba untuk membesarkan kabar Real Madrid yang tertarik dengan sang gelandang.

”Kita tahu Real Madrid akan mendatangkan seorang pemain jika mereka benar-benar serius. Mereka akan mencoba berbicara dihadapan media seperti apa yang dilakukan Ramon Calderon ketika mencoba mendatangkan para pemain bintang sebelumnya.” ujar Eladio Parames.

”Mereka berpikir tiga kali jika Florentino Perez ingin mendatangkannya, kita tahu manajemen Real Madrid tidak sembarangan mengeluarkan uang mereka untuk membeli pemain. Meski pemain itu berkualitas mereka harus mencari lebih dari potensi seperti prilaku dan sikap. Mengapa ? kita tahu Madridnista akan menghukum Florentino Perez jika dia membeli pemain yang sering menciptakan masalah di klub.” ungkap sang penasehat Jose Mourinho itu.

 

Ivan Rakitic Masih Sakit Hati Dengan Perlakukan Manajemen Barcelona

Cwmbran.info – Saga transfer Neymar ke Barcelona sudah dipastkan berakhir dan bintang asal Brasil itu akan bertahan bersama PSG pada musim ini. Kegagalan transfer Neymar untuk kembali ke Barcelona pun diprediksi membuat masa depan Ivan Rakitic aman musim ini. Namun kabarnya Rakitic diberitakan tidak terlalu menyukai perlakukan yang diberikan oleh manajemen Barca yang hendak menukarkannya dengan Neymar.

Manajemen Barcelona sendiri dilaporkan sudah memasukan nama Rakitic ke dalam pemain yang akan dijual pada musim ini. Hal itu sempat membuat sang pemain marah sebab ia merasa dirinya masih pantas untuk bertahan dan bersaing dilini tengah Blaugrana. Pelaith Ernesto Valverde juga sangat mendukung jika pemain asal Kroasia itu bertahan pada musim ini.

Tetapi kabarnya para petinggi Barcelona sudah merasa jika Ivan Rakitic telah memasuki usia yang sudah hampir habis. Sebab dia akan berusia 32 tahun pada Oktober mendatang, Dan jika dia bisa menghasilkan uang besar Barca tidak akan menolak untuk menguangkannya. Apalagi banyak klub top eropa yang ingin memakai jasanya pada musim panas ini.

Ivan Rakitic sendiri merasa jika dirinya sudah tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen Barcelona yang ingin menjualnya. Menurut kabar yang diutarakan oleh Marca jika Rakitic merasa sakit hati dan tengah bersitegang dengan para orang penting di Barcelona karena merasa masa depannya tidak jelas.

Rakitic saat ini masih belum mencatatkan debutnya musim ini, ia terlihat selalu berada dibangku cadangan dalam beberapa pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Barcelona di ajang La Liga. Dengan bursa transfer yang sudah resmi ditutup dan peluangnya untuk pergi telah berakhir, Rakitic masih harus merebut kepercayaan kembali dari Eresto Valverde karena saat ini Frenkie De Jong bermain dalam skuat utama untuk menggantikannya.

Ronaldo Koeman Salahkan Sarri Karena Mattijs De Ligt Tidak Tampil Bagus di Juve

Cwmbran.info – Matthijs De Ligt bek baru Juventus masih belum menunjukan kemampuan terbaiknya di pentas Serie A. Ia kerap kali terlambat menutup pergerakan lawan sehingga membuat Biancconerri harus kebobolan dengan gol-gol yang sebenarnya bisa diantisipasi. Nama De Ligt pun menjadi sorotan dengan Juventus yang belum mampu menciptakan Clean Sheat ketika pemain asal Belanda itu bermain.

Nah, pelatih timnas Belanda yakni Ronald Koeman pun memberkan mengapa De Ligt justru tampil melempem untuk Juve. Padahal ia didatangkan dengan harga yang begitu besar musim ini sekitar 75 juta euro dari Ajax Amsterdam. Koeman merasa jika sang bek tidak ditempatkan diposisi yang tepat dan dirinya tidak terlalu biasa menutup pergerakan lawan.

Pada pertandingan Serie A pekan ke-3 Juventus bermain melawan rival mereka Napoli di Allianz Stadium. Sih Nyonya Tua nyaris ditahan imbang jika bek Napoli Koulidou Koulibaly tidak melakukan gol bunuh diri yang membuat Juventus berhasil menang dengan skor tipis 4-3.Dalam pertandingan itu De Ligt terlihat tidak mampu menutup pergerakan Hirving Lozano dan juga Giovanni Di Lorenzo yang membuat kedua pemain baru I Parteinopei berhasil membobol gawang Juventus dua kali.

Melihat cara bermain De Ligt pada pertandingan tersebut membuat banyak kalangan yang menilai jika sang bek bukanlah pembelian tepat untuk Juve. Sebab dia didatangkan dengan harga yang begitu mahal tetapi tidak sepadan dengan kualitas yang dia berikan. Ronald Keoman pun pun merasa hal itu tidak benar, ia justru menilai jika pelatih Juventus saat ini Maurizio Sarri lah yang salah memainkan pemain berusia 19 tahun itu.

”Dia tidak bermain dengan baik melawan Napoli, pemain seperti Di Lorenzo dan juga Lozano dengan mudah menembak bola masuk ke gawang. Saya pikir itu kesalahan manajer sebab dia tidak memainkannya diposisi yang tepat. Mattijs lebih baik bermain di posisi kanan karena dia kurang bagus bermain dikiri. Saya akan lebih memilih Bonucci untuk bermain disana jika saya yang menjadi pelatih.” ujar Koeman.

 

Solskjaer : Penyelesaian Akhir Kami Kurang Oke

Cwmbran.info – Manchester United harus kembali mengalami trend yang kurang baik pada musim sebab mereka kembali mendapatkan hasil imbang melawan Southampton dalam ajang Premier League pekan-4. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Soton. Nah, Solskjaer pun kembali memberikan alasan mengenai hasil imbang timnya, dirinya menilai jika para pemainnya kurang tajam untuk menyelesaikan peluang.

Dari hasil imbang tersebut kini MU hanya meraih lima poin dari empat pertandingan terakhir yang sudah mereka jalani. Apalagi dalam tiga pertandingan terakhir mereka gagal mendapatkan kemenangan bahkan harus takluk dikangdang pada pekan lalu. Melawan Wolves mereka juga dipaksa hanya bermain imbang kendati mereka bisa memenangkan pertandingan tersebut, lalu melawan Crystal Palace MU bahkan harus menelan kekalahn di Old Trafford sementara melawan Southampton mereka hanya tampil imbang dengan skor 1-1.

Dengan serangan hasil imbang yang diterima timnya, kini nama Ole Gunnar Solskjaer pun kembali dipertanyakan. Ia dinilai terlalu ceroboh karena tidak mendatangkan banyak pemain baru dan juga melepas banyak pemain lama musim ini. Dan Solskjaer kini beralasan jika timnya kurang bagus dalam masalah penyelesaian akhir sebab pada pertandingan tersebut tim anak asuhnya bermain dengan sangat bagus dan menciptakan peluang yang banyak.

”Pada pertandingan melawan Soton, kami sudah menciptakan begitu banyak peluang yang bagus. Para pemain kami sudah menciptakan dua hingga tiga peluang, tetapi bola tersebut tidak masuk. Dan masalah penyelesain akhir adalah masalah yang harus kami atasi.” ujar Solskjaer.

”Saya pikir jika peluang tersebut masuk, kami bisa mengakhir laga dengan cepat karena lawan tidak akan mencoba untuk bangkit. Melawan Chelsea adalah laga yang luar biasa, tetapi kami sial ketika bermain melawan Wolves, dan juga Crystal Palace.” ungkap Solskjaer.